Rabu, 30 Mei 2012

GP in my mind...

Aku kehilangan senyum itu, senyum di pagi hari.. Mobil fortuner warna hitam itu, pintu yang selalu harus dibuka oleh driver, tas kotak warna coklat yang di selempang di bahu kanannya, air minum warna biru itu dan sapaan “Good Morning Nonn..” sambil melambaikan tangan..Every Morning! Aku telah kehilangan dia. Dia adalah seseorang yang aku lihat berbeda dari yang lain. Pribadinya yang santun dan terlihat penyayang itu kini tak terlihat lagi..
Aku masih ingat saat baru-baru aku kerja di sana, dia menawariku sebungkus gado-gado, yah memang tidak seberapa hanya sebungkus gado-gado, tapi yang menjadi berbeda adalah perhatian pada seorang yang belum dikenal. Aku masih mengingatnya.. meskipun dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya, ia tetap menyapaku dengan “Selamat Pagi” dan aku tahu bahwa senyuman itu pun tak pernah lepas dari wajahnya yang sudah mulai menua..
Aku masih ingat.. saat kami tidak menegurnya di pagi hari dan dengan cemberutnya dia bilang “oke kalo nyapa pilih-pilih orang yah!” aku baru mengerti ternyata sapaan ini berarti untuknya, mulai saat itu aku berjanji akan menegurnya Setiap Pagi!!
Aku masih mengingatnya saat dia menegurku karena aku terlihat murung, dia menegur dengan “Septi.. bisakah kamu berikan senyuman sedikit saja, karena kamu terlihat cantik kalau lagi senyum” dan sesekali saat kerjaan aku menumpuk dia menegur lagi dari balik mejaku dengan kata “jangan lupa senyum : )” dia menunjukkan senyumannya. Aku ngga bisa lupain itu!! Dan dari semenjak itu aku belajar senyum di cermin toilet, menata senyumanku yang terbaik dan selalu memberikan senyuman kepada setiap tamu, dan aku pikir memang nggak ada salahnya…
Aku masih mengingat.. batik yang selalu dia gunakan saat bekerja (dia bisa dibilang pecinta batik Indonesia) karena pada suatu hari saat aku mengenakan batik dia menebak batik yang aku kenakan ini adalah batik Madura. Namun pada saat itu juga aku menggunakan blazer, dan dia mengatakan kepadaku, jangan kamu tutupi batik itu, batik yang kamu pakai itu bagus kok.. Kamu harus bangga memakainya…
Aku masih mengingat… saat dia menegurku kenapa ngga makan siang? Aku menyembunyikannya dalam senyuman dan dia bilang “Senyuman kamu maksa ah, kamu belum makan.. ga ada senyum semangat di wajahmu” rayuan itu adalah rayuan seorang ayah terhadap anaknya yang ga mau makan.. Aku gemetar mengingatnya….
Aku masih mengingat… sehari sebelum kepergiannya, kami berbicara (*curhat) tentang keadaan ku, kenapa akhir-akhir ini nggak makan siang, dan dia menanyakan apakah aku patah hati? Tapi aku jawab ngga, malah lagi jatuh cinta. Entah kenapa siang itu terasa begitu panjang, kami curhat tentang cowok yang sedang mengganggu aku, dan dia menasehatiku untuk selalu berhati-hati terhadap orang yang ada di sekitarku. Dan entah kenapa dia maksa banget mau tau siapakah cowok yang lagi aku pikirin? Akhirnya aku jawab dia, si cowok bule itu.. rasanya ngga mungkin memang, tapi dia bilang “ngga papa kalo kamu bisa jadi sama dia, saya dukung, dia dan orang tuanya saya kenal. Mereka orang baik-baik.. saya dukung sepp”.. Dialah yang membangkitkan kepercayaan diriku.. dan sekarang dia udah pergi dan berarti udah ga ada lagi orang yang mau peduli…
Pak.. kenapa waktu terasa begitu singkat untuk mengenalmu? Meskipun orang bilang bapak genit dan sebagainya, buatku bapak adalah seorang yang bijak dan penyayang.. Kenapa bapak cepet banget pergi?
Yaa..dia hilang dalam tragedy Pesawat Sukhoi Super Jet 100 pada 9 Mei 2012.. yaa.. pesawat ini yang menewaskan hampir semua orang yang ada di dalamnya.. Pesawat yang bangkainya saja udah berkeping-keping, badannya pun ga kelihatan lagi… sekarang aku cuma bisa lihat berita tentang bapak di TV, berita ditemuin KTP dan atm bapak… pak aku masih ingat pak.. aku masih ngga percaya dengan tragedy ini, aku masih berharap bapak hidup dan bisa survive di hutan belantara itu. Dan bisa kembali kerja…
Seandainya masih ada waktu lagi untuk kita bercerita… Tapi itu udah ga mungkin ya.. Aku selalu berharap yang terbaik untuk bapak.. karena bapak orang baik.. mungkin Tuhan takut bapak akan macem-macem di dunia, aku yakin bapak akan lebih baik di sisi Tuhan. Septi akan selalu ingat semua yang bapak pernah kasih ke aku… aku akan pake saran baik bapak.. Terima kasihku tulus dari hati yang terdalam… (*tears dropped)

2 komentar:

  1. Btw si Bapak itu sebagai apa mba? Undangan ya? dia Pilot?

    BalasHapus
  2. iya undangan, mantan pilot.. harusnya 2 orang yang datang untung yang satu batal hadir :(

    BalasHapus